ENZIPRO
merupakan formula multi enzim hasil inovasi bioteknologi yang dapat
meningkatkan produktivitas hasil peternakan dan perikanan, mengandung 12
macam enzim yang dapat meningkatkan laju metabolisme, mengoptimalkan
penyerapan nutrisi pakan dan meningkatkan daya tahan tubuh hewan,
sehingga pertumbuhan menjadi lebih cepat, penggunaan pakan menjadi lebih
hemat, tahan terhadap penyakit serta kualitas dan kuantitas hasil panen
(daging, susu dan telur) meningkat.
Enzim
merupakan biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalisator,
berperan mempercepat proses reaksi kimia dalam
tubuh. Semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung
dengan cukup cepat. Enzim dapat menguraikan atau memecah zat-zat
penyusun pakan yang masuk
dalam tubuh menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana dan mudah dicerna.
Enzim juga memberi pengaruh terhadap kesehatan makhluk hidup.
Adapun enzim yang terdapat pada ENZIPRO adalah sebagai berikut
Metabolisme
merupakan proses pengolahan zat nutrisi pakan (protein, lemak dan
karbohidrat) menjadi energi di dalam tubuh yang diperlukan hewan untuk
bertahan hidup dan tumbuh. Laju metabolisme dipengaruhi oleh kecernaan
zat nutrisi pakan dan berpengaruh terhadap pertumbuhan hewan.
Meningkatnya laju metabolisme akan meningkatkan laju pertumbuhan.
ENZIPRO mengandung enzim-enzim pencernaan (protease, lipase dan amilase)
yang berfungsi meningkatkan kecernaan zat nutrisi pakan sehingga laju
metabolisme menjadi meningkat.
-
Laba usaha bertambah
Adapun enzim yang terdapat pada ENZIPRO adalah sebagai berikut
- Enzim protease
- Enzim amilase
- Enzim lipase
- Enzim glukanase
- Enzim xilanase
- Enzim selulase
- Enzim pektinase
- Enzim fitase
- Enzim kitinase
- Enzim alinase
- Enzim L-asparginase
- Enzim katalase
Beberapa
bahan pakan memiliki faktor anti nutrisi yang menyebabkan terhambatnya proses penyerapan
nutrisi pakan secara optimal, sehingga penggunaan pakan menjadi kurang efisien. Faktor
anti nutrisi tersebut berasal dari bahan pakan berbasis tanaman, biji-bijian, kacang-kacangan dan hewan bercangkang.
Glukan, xilan, selulose dan pektin merupakan faktor anti nutrisi yang berasal dari bahan pakan berbasis tanaman, merupakan penyusun sel tanaman yang bersifat keras dan susah dicerna. Fitat merupakan faktor anti nutrisi yang berasal dari bahan pakan berbasis biji-bijian dan kacang-kacangan, bersifat dapat mengikat mineral sehingga menghambat penyerapan mineral dalam tubuh. Kitin bersifat keras dan susah dicerna, merupakan faktor anti nutrisi yang berasal dari bahan pakan berbasis hewan bercangkang (udang, bekicot, kepiting, dll). ENZIPRO mengandung enzim-enzim yang dapat mendegradasi atau memecah faktor anti nutrisi tersebut sehingga penyerapan nutrisi pakan menjadi lebih optimal.
Glukan, xilan, selulose dan pektin merupakan faktor anti nutrisi yang berasal dari bahan pakan berbasis tanaman, merupakan penyusun sel tanaman yang bersifat keras dan susah dicerna. Fitat merupakan faktor anti nutrisi yang berasal dari bahan pakan berbasis biji-bijian dan kacang-kacangan, bersifat dapat mengikat mineral sehingga menghambat penyerapan mineral dalam tubuh. Kitin bersifat keras dan susah dicerna, merupakan faktor anti nutrisi yang berasal dari bahan pakan berbasis hewan bercangkang (udang, bekicot, kepiting, dll). ENZIPRO mengandung enzim-enzim yang dapat mendegradasi atau memecah faktor anti nutrisi tersebut sehingga penyerapan nutrisi pakan menjadi lebih optimal.
ENZIPRO mengandung enzim-enzim yang
berperan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, enzim-enzim tersebut
antara lain enzim L-asparaginase yang menghasilkan asam aspartat yang
bermanfaat membentuk antibodi, enzim alinase menghasilkan alisin yang bermanfaat
meningkatkan produksi antioksidan, serta enzim katalase berperan mengurai senyawa
bersifat racun di dalam tubuh.
keuntungan menggunakan ENXIPRO
-
Pertumbuhan menjadi lebih
cepat
-
Penggunaan pakan menjadi lebih efisien dan hemat
-
Daya tahan tubuh hewan meningkat sehingga lebih tahan terhadap
penyakit
-
Kualitas dan kuantitas daging, susu dan telur meningkat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar